Wifi Gratis untuk warga di Seluruh Kelurahan dan Kawasan Kreatif di Bandar Lampung, bisa pantau keamanan, juga pesan ambulance untuk nenek sakit dirumah Via HP …

Berlatar belakang sebagai Rektor di salah satu Kampus yang berbasis IT ternama di Bandar Lampung, Firmansyah akan mengimplementasikan Program Digitalisasi Kelurahan di Bandar Lampung. Teknologi Informasi dan Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan yang sedang terjadi di era disrupsi, perubahan prilaku pada individu pengguna Gadget berdampak pada perubahan cara Transaksi dan Layanan.

Hari ini orang sepertinya krisis Kuota, krisis powerbank dan colokan listrik, kuota bandwidth jadi barang paling banyak dicari, anak kecil sekarang jajannya sudah bukan makanan lagi tetapi kuota internet, apalagi anak remaja dan orang dewasa wah wah … pikiran jadi gak konek gara-gara kuota habis…

Nah … Bagaimana kebiasaan tersebut bisa dikelola dengan baik agar berdampak positif, karena pada prinsipnya Teknologi Informasi adalah sebagai Tools, sebagai media untuk memudahkan kita dalam bekerja dan berkomunikasi. Tekonologi Informasi yang berkembang kesemua aspek ini sudah saling terintegrasi dalam satu genggaman, tidak hanya untuk bekerja tetapi juga untuk hiburan dan menjadi gaya hidup.

Kenapa Wifi Internet di Gratiskan ? tidak hanya sekolah saja yang di gratiskan lho, Kebebasan dalam mengakses Infromasi pada akhirnya menjadi layanan umum bagi masyarakat, seperti halnya kita nonton TV atau mendengar Siaran Radio, setiap orang bebas nonton TV dan Dengar Siaran Radio, seperti itulah kira-kira.

Dengan adanya layanan Wifi Internet Gratis di Kelurahan, maka Pemerintah dari tingkat RT, Kelurahan hingga ke Kota akan mendapat dampak positif dari hal tersebut, dapat memberikan layanan Prima kepada Warga, apalagi jika layanan tersebut dalam satu aplikasi atau system yang terintegrasi dari satu kelurahan dengan kelurahan lainnya, mengurus surat ijin keramain, surat pengantar menikah bisa dilakukan melalui aplikasi.

Pemerintah ditingkat RT/Kelurahan bisa dengan cepat mengupdate informasi dan data : warga meninggal, warga pendatang, warga yang baru lahir, warga yang pindah keluar, warga tidak mampu, anak putus sekolah, kita bisa mengetahui dengan cepat berapa jumlah lansia disatu kelurahan, juga bisa mengupdate data meyampaikan himbauan, peringatan bencana melalui aplikasi tersebut, ini akan menjadi ruang komunikasi yang dekat antara warga dengan Pemerintah. Selain itu warga juga bisa saling sapa melalui media sosial yang kita buat sendiri (bukan : fb, twitter), bisa jualan online, bisa berdonasi, bisa memantau keamanan sekitar, bisa memesan ambulance dan lain sebagianya sesuai kebutuhan warga.

Program ini akan saya namai Balam The Best.