Bakal Calon Walikota Bandar Lampung Firmansyah serius maju dalam Pilwalkot 2020. Pasalnya Rektor IIB Darmajaya ini sudah mendaftarkan diri di empat partai politik bahkan tiga berkas pendaftaran diantaranya sudah dilengkapi dan dikembalikan.

“Kalau mendaftar sudah empat, yang mengembalikan formulir sudah tiga yaitu PAN, Nasdem, PKB, yang satunya baru mengambil tapi belum dikembalikan,” kata dia.

Disinggung mengenai visi-misi sebagai calon walikota, Firman menegaskan, berjamaah punya arti yaitu bersih, jujur, adil, makmur dan amanah. ” Program utamanya itu, kalau kita bicara bersih tidak hanya bersih kotanya tapi juga pemerintahnya bersih dari KKN, korupsi, kolusi dan nepotisme,” kata Firman sapaan akrabnya.

Selain itu, menjadi pemimpin  harus jujur, demikian pula dengan masyarakatnya. Karena kejujuran adalah jembatan hati yang terbaik. ” Kita itu harus jujur dengan kondisi yang ada saat ini bagai mana cara menyelesaikanya,” kata dia.

Pemimpin itu, kata Firmansyah, harus adil, masyarakat harus mendapatkan perlakuan yang sama dengan pemerintah, artinya semua unsur dan kalangan harus diperhatikan jangan sampai ada yang terabaikan sesuai dengan tupoksinya.

Bicara soal kemakmuran, semua harus merasakannya. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dijumpai menggelandang. ” Tidak ada lagi orang yang menggelandang, tidur di emperan. Itu kan kewajiban pemerintah menjamin kehidupan mereka,” kata dia.

Hal terpenting amanah dalam jabatan. Mandat dan kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Semua itu kan punya amanah tidak hanya pemimpin dan aparat termasuk masyarakat punya amanah, tujuannya saya pakai nama Berjamaah itu kan karena tidak mungkin saya kerjakan sendiri harus secara bersama-sama dengan semua golongan dan unsur masyarakat, kita butuh sama-sama menyelesaikanya persoalan kota, mencari solusinya,” kata dia.

Firman memaparkan jika dia tidak mendapatkan diri di partai politik sebagai wakil walikota melainkan secara keseluruhan mendaftar sebagai calon walikota.

Ditanya soal pasangan idealnya, Firman ingin kesamaan niat untuk mengabdi kepada masyarakat kota Bandar Lampung. “Niat menjadikan pemimpin sebagai ibadah artinya yang betul-betul serius ingin bekerja, kita juga masih berdiskusi dengan partai politik, kita juga tidak bisa menetapkan pasangan sendiri. Kita yakin Allah akan mengirimkan pasangan yang terbaik. Kalau dipercaya oleh partai politik kita pasti maju,” katanya.

Febi Herumanika

Source : Bandar Lampung (Lampost.co)