Bandarlampung – Bakal Calon Walikota Bandar Lampung periode 2021-2024, Firmansyah Alfian berkeinginan agar Pemerintah (Pemkot) Kota Bandar Lampung bisa menduplikasi program Bebas Buta Baca Al-Qur’an yang saat ini tengah dilakukan Pemerintah (Pemkab) Pesawaran.

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Lampung ini melihat, program gagasan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona itu merupakan sebuah terobosan besar dalam implementasi program buta aksara. Mengingat, umumnya pemerintah daerah hanya mewacanakan program sebatas bebas buta huruf dan angka.

“Biasanya pemerintah hanya mewacanakan program bebas buta huruf dan angka, tapi Kabupaten Pesawaran lebih perhatian dengan membaca Al Qur’an, dimana kitab ini bagi umat islam adalah petunjuk/panutan hidup, tentunya diharapkan program ini akan melahirkan para hafidz Qur’an ditingkat generasi mapan,” papar Firmansyah dalam rangka launching program ‘Pesawaran Menuju Bebas Buta Al Qur’an 2025’ di Masjid Islamic Center Pesawaran, Rabu (18/12).

Pada kesempatan tersebut, Syaikh Muhammad Jebber yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, jika semua daerah mempunyai komitmen tinggi untuk meningkatkan program tentang baca tulis Al Qur’an, sehingga nantinya tidak ada lagi masyarakat yang membaca Al Qur’an menggunakan huruf latin.

“Di era demokrasi ini harusnya kita bisa lebih selektif dalam memilih calon pemimpin terutama calon daerah, kita harus cari pemimpin yang religius, jujur, amanah, bertauladan dan mempunyai komitmen tinggi untuk mensejahterakan masyarakatnya, agar tercapai apa yang diharapkan oleh masyarakat,” Papar Syaikh

Dalam kesempatan ini, Firmansyah Alfian juga bertemu dengan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona dan Wakil Bupati Pesawaran, Eriawan berbincang tentang cara Kabupaten Pesawaran menata dan mengelola pantai, serta dapat meningkatkan pendapatan daerah dan mensejahterakan masyarakat Pesawaran dan Bandar Lampung. (*)